Melaksanakan ibadah umroh adalah impian setiap Muslim. Namun, agar perjalanan spiritual ini benar-benar sah dan mabrur di sisi Allah SWT, memahami tata cara umroh sesuai sunnah Rasulullah ﷺ adalah hal yang wajib dipelajari sebelum berangkat — bukan saat sudah berada di Tanah Suci.
Dalam panduan lengkap ini, Ajib Haramain menyajikan seluruh rangkaian ibadah umroh secara runtut: mulai dari persiapan ihram di Miqat, niat, talbiyah, thawaf 7 putaran, shalat di Maqam Ibrahim, sa'i antara Shafa dan Marwah, hingga tahallul sebagai penutup — dilengkapi dengan bacaan doa dalam teks Arab, latin, dan terjemahan agar Anda bisa mempelajarinya jauh sebelum keberangkatan.
Rukun dan Wajib Umroh: Pahami Sebelum Berangkat
Sebelum mempelajari tata cara, penting untuk memahami klasifikasi amal dalam ibadah umroh. Ulama fikih membagi kewajiban umroh menjadi dua tingkatan:
Rukun Umroh (Meninggalkannya Membatalkan Umroh)
Ihram — Niat masuk ke dalam keadaan ihram
Thawaf — Mengelilingi Ka'bah sebanyak 7 putaran
Sa'i — Berjalan antara Bukit Shafa dan Marwah sebanyak 7 kali
Tahallul — Memotong/mencukur rambut sebagai penutup ibadah
Tertib — Melaksanakan semua rukun sesuai urutan yang telah ditetapkan
Wajib Umroh (Meninggalkannya Wajib Membayar Dam)
Berihram dari Miqat — Memulai ihram tepat di titik miqat yang ditentukan, tidak melewatinya tanpa ihram
Menjauhi semua larangan ihram — Selama dalam keadaan ihram hingga tahallul
Apa itu Dam? Dam adalah denda berupa penyembelihan seekor kambing yang dagingnya dibagikan kepada orang-orang miskin di Makkah. Dam dikenakan jika seorang jamaah meninggalkan salah satu wajib umroh, misalnya melewati miqat tanpa berihram.
Mengenal Miqat: Titik Awal Perjalanan Ihram
Miqat adalah batas wilayah yang telah ditetapkan syariat sebagai tempat dimulainya niat ihram. Ada dua jenis miqat: miqat zamani (batas waktu) dan miqat makani (batas tempat). Untuk umroh, yang berlaku adalah miqat makani.
Lima titik miqat makani yang resmi:
Dzulhulaifah (Bir Ali) — Miqat untuk jamaah yang datang dari arah Madinah
Juhfah (dekat Rabigh) — Miqat untuk jamaah dari arah Syam (Suriah, Yordania, Mesir)
Qarnul Manazil (As-Sail al-Kabir) — Miqat untuk jamaah dari arah Najd/Riyadh
Yalamlam — Miqat untuk jamaah dari arah Yaman
Dzatu Irq — Miqat untuk jamaah dari arah Irak dan Iran
Untuk Jamaah Indonesia: Jamaah Indonesia yang terbang langsung ke Jeddah umumnya berihram di pesawat saat melewati garis sejajar Yalamlam atau Qarnul Manazil. Pramugari atau mutawwif biasanya akan mengumumkan waktu yang tepat untuk berniat. Pastikan Anda sudah mengenakan pakaian ihram sebelum naik pesawat agar tidak terburu-buru di udara.
1. Persiapan dan Berihram dari Miqat
Ihram bukan sekadar mengenakan pakaian putih — ini adalah gerbang masuk ke dalam keadaan suci dan siap menghadap Allah SWT. Berikut persiapan yang disunnahkan sebelum berihram:
Persiapan Sebelum Ihram (Sunnah)
Mandi besar (ghusl) dengan niat bersuci sebelum ihram — berlaku juga bagi wanita yang sedang haid atau nifas
Memotong kuku dan merapikan kumis
Mencukur bulu ketiak dan bulu kemaluan
Bagi laki-laki: memakai wewangian di badan (bukan di kain ihram) sebelum berniat
Mengenakan pakaian ihram: dua lembar kain putih tanpa jahitan (laki-laki), pakaian tertutup menutup aurat kecuali wajah dan telapak tangan (perempuan)
Shalat sunnah ihram 2 rakaat — rakaat pertama membaca Al-Kafirun, rakaat kedua membaca Al-Ikhlas
Niat Ihram Umroh
Setelah shalat sunnah, ucapkan niat ihram umroh berikut ini:
Talbiyah: Dibaca Terus Hingga Tiba di Masjidil Haram
Setelah berniat, perbanyaklah membaca Talbiyah sepanjang perjalanan menuju Masjidil Haram. Talbiyah dihentikan saat mulai melakukan thawaf.
Larangan-Larangan Selama Berihram
Sejak mengucapkan niat ihram hingga selesai tahallul, seorang jamaah dilarang melakukan hal-hal berikut:
Larangan yang Berlaku untuk Laki-laki dan Perempuan:
Memakai wangi-wangian (parfum, deodoran berparfum) pada badan maupun pakaian
Memotong atau mencabut rambut dari bagian manapun
Memotong kuku
Melakukan akad nikah, melamar, atau menikahkan orang lain
Berhubungan suami istri (jima')
Berburu atau membunuh binatang darat
Mencabut atau merusak tanaman di tanah haram
Larangan Khusus Laki-laki:
Memakai pakaian yang berjahit dan membentuk lekuk tubuh
Menutup kepala dengan peci, topi, sorban, atau apapun yang menempel
Memakai alas kaki yang menutupi mata kaki (dianjurkan memakai sandal)
Larangan Khusus Perempuan:
Menutup wajah dengan niqab atau sejenisnya
Memakai sarung tangan
2. Thawaf: Mengelilingi Ka'bah Tujuh Kali
Thawaf adalah rukun umroh kedua setelah ihram. Thawaf dilakukan dengan mengelilingi Ka'bah sebanyak 7 putaran, berlawanan arah jarum jam, dengan Ka'bah selalu berada di sebelah kiri jamaah.
Syarat Sah Thawaf
Dalam keadaan suci dari hadats besar dan kecil (harus berwudhu)
Menutup aurat
Dimulai dan diakhiri di garis Hajar Aswad
Ka'bah berada di sebelah kiri selama mengelilingi
Dilakukan di dalam Masjidil Haram
Sunnah dalam Thawaf
Istilam (mencium atau mengusap Hajar Aswad) di awal setiap putaran. Jika tidak memungkinkan karena penuh, cukup melambaikan tangan ke arah Hajar Aswad sambil bertakbir
Raml (berjalan cepat/berlari kecil) pada 3 putaran pertama, khusus laki-laki
Idhthiba' (membuka bahu kanan) selama thawaf, khusus laki-laki
Memperbanyak doa dan dzikir di setiap putaran
Doa Memulai Thawaf
Doa Saat Melewati Rukun Yamani (Sudut Ka'bah Sebelum Hajar Aswad)
3. Shalat Sunnah 2 Rakaat di Maqam Ibrahim
Setelah menyelesaikan 7 putaran thawaf, sunnah Nabi ﷺ adalah melaksanakan shalat 2 rakaat di belakang Maqam Ibrahim. Maqam Ibrahim adalah batu tempat berdirinya Nabi Ibrahim 'alaihis salam saat membangun Ka'bah — bukan makam/kuburan beliau.
Jika kondisi Masjidil Haram sangat padat dan tidak memungkinkan shalat tepat di belakang Maqam Ibrahim, shalat boleh dilakukan di bagian mana pun di dalam Masjidil Haram.
Rakaat pertama: membaca Al-Fatihah + Al-Kafirun
Rakaat kedua: membaca Al-Fatihah + Al-Ikhlas
Setelah shalat, disunnahkan meminum air Zamzam sambil menghadap Ka'bah dan berdoa sesuai hajat. Nabi ﷺ bersabda: "Air zamzam sesuai dengan niat orang yang meminumnya." (HR. Ibnu Majah)
4. Sa'i: Meneladani Perjuangan Ibunda Hajar
Sa'i adalah berjalan bolak-balik antara Bukit Shafa dan Bukit Marwah sebanyak 7 kali. Ibadah ini merupakan napak tilas perjuangan Ibunda Siti Hajar 'alaihas salam yang berlari mencari air untuk putranya, Nabi Ismail 'alaihis salam.
Tata Cara Sa'i
Dimulai dari Bukit Shafa (Shafa ke Marwah = 1 perjalanan)
Diakhiri di Bukit Marwah (total 7 perjalanan)
Jarak Shafa–Marwah sekitar 450 meter, totalnya ±3,15 km
Sa'i boleh dilakukan tanpa wudhu (tidak disyaratkan suci dari hadats)
Bagi laki-laki: disunnahkan berlari kecil di antara dua tiang/lampu hijau (bathnul wādi)
Bagi perempuan dan lansia: cukup berjalan biasa
Doa Memulai Sa'i di Bukit Shafa
5. Tahallul: Menutup Rangkaian Ibadah Umroh
Tahallul adalah penutup ibadah umroh, yaitu mencukur atau memotong rambut. Setelah tahallul, seluruh larangan ihram berakhir dan jamaah kembali ke keadaan normal (halal).
Ketentuan Tahallul
Laki-laki: Disunnahkan mencukur gundul (halaq) seluruh kepala. Jika tidak, boleh memotong rambut secara merata (taqsir) minimal sepanjang ruas jari di seluruh bagian kepala. Mencukur gundul lebih utama.
Perempuan: Cukup memotong rambut sepanjang ruas jari (sekitar 2–3 cm) dari seluruh atau sebagian rambut. Tidak boleh mencukur gundul.
Setelah tahallul selesai, ibadah umroh Anda telah sempurna. Ucapkan syukur kepada Allah SWT dan semoga diterima sebagai umroh yang mabrur.
Ringkasan Alur Tata Cara Umroh Sesuai Sunnah
Untuk memudahkan, berikut urutan lengkap tata cara umroh secara ringkas:
Persiapan di Miqat — Mandi, memotong kuku, kenakan pakaian ihram, shalat sunnah ihram 2 rakaat
Niat Ihram — Ucapkan niat: "Labbayka Allāhumma 'umratan"
Talbiyah — Perbanyak talbiyah sepanjang perjalanan ke Masjidil Haram
Masuk Masjidil Haram — Disunnahkan masuk lewat pintu Babus Salam, baca doa masuk masjid
Thawaf 7 Putaran — Dimulai dari Hajar Aswad, berlawanan arah jarum jam
Shalat 2 Rakaat di Maqam Ibrahim — Atau di manapun di dalam masjid jika padat
Minum Air Zamzam — Sambil berdoa menghadap Ka'bah
Sa'i 7 Kali — Shafa → Marwah dihitung 1 perjalanan, diakhiri di Marwah
Tahallul — Cukur/potong rambut sebagai penutup ibadah
Pertanyaan yang Sering Ditanyakan Seputar Umroh
Sa'i tidak disyaratkan dalam keadaan berwudhu, berbeda dengan thawaf yang mengharuskan suci dari hadats. Namun, menjaga wudhu selama sa'i tetap lebih utama (afdhal) agar ibadah lebih khusyuk.
Apakah sa'i harus dalam keadaan berwudhu?
Sa'i tidak disyaratkan dalam keadaan berwudhu, berbeda dengan thawaf yang mengharuskan suci dari hadats. Namun, menjaga wudhu selama sa'i tetap lebih utama (afdhal) agar ibadah lebih khusyuk.
Bolehkah perempuan berangkat umroh tanpa mahram?
Dalam fikih klasik, perempuan disyaratkan didampingi mahram dalam perjalanan jauh termasuk umroh. Namun terdapat keputusan dari Arab Saudi bahwa perempuan di atas usia tertentu boleh berangkat berkelompok bersama agen perjalanan resmi. Sebaiknya konsultasikan langsung dengan pembimbing ibadah Ajib Haramain sesuai kondisi Anda.
Apa perbedaan halaq dan taqsir saat tahallul?
Halaq adalah mencukur gundul seluruh rambut kepala, dan ini lebih utama (Nabi ﷺ mendoakan orang yang mencukur gundul tiga kali). Taqsir adalah memotong rambut secara merata, minimal sepanjang ruas jari. Keduanya sah untuk laki-laki, sementara perempuan hanya boleh melakukan taqsir.
Bagaimana jika melewati miqat tanpa berihram?
Jika sudah melewati miqat tanpa berihram, wajib kembali ke miqat tersebut untuk berniat ihram. Jika tidak kembali dan langsung berihram di tempat lain yang sudah melewati miqat, wajib membayar dam (menyembelih seekor kambing yang dibagikan kepada orang miskin di Makkah).
Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan satu kali umroh?
Dalam kondisi normal (di luar musim puncak seperti Ramadhan), rangkaian ibadah umroh dari thawaf hingga tahallul dapat diselesaikan dalam 3–5 jam. Di musim ramai seperti Ramadhan atau musim haji, bisa memakan waktu 6–10 jam karena padatnya jamaah.
Apakah bisa umroh lebih dari satu kali dalam satu perjalanan?
Ya, diperbolehkan. Setelah tahallul dari umroh pertama, jamaah dapat kembali ke Miqat (biasanya ke Tan'im atau Ji'ranah yang terdekat dari Makkah) untuk berniat ihram dan melakukan umroh kedua. Hal ini sah secara fikih meski sebagian ulama menyarankan agar tidak berlebihan agar tidak mengganggu jamaah lain saat musim ramai.
Umroh Mabrur Bersama Ajib Haramain
Memahami tata cara umroh sesuai sunnah adalah bekal ilmu paling penting sebelum Anda menjejakkan kaki di Tanah Suci. Dengan panduan di atas, Anda sudah memiliki gambaran lengkap dari setiap tahap — mulai dari Miqat hingga Tahallul.
Namun, memiliki pengetahuan saja belum cukup. Pelaksanaan di lapangan akan jauh lebih mudah dan khusyuk jika Anda didampingi oleh mutawwif berpengalaman yang membimbing langsung di setiap rukun ibadah.
Ajib Haramain, sebagai Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umroh (PPIU) resmi terdaftar Kemenag RI yang berlokasi di Bekasi, siap mendampingi perjalanan ibadah Anda dengan:
✅ Bimbingan mutawwif bersertifikasi, alumni Universitas Islam Madinah
✅ Manasik umroh lengkap sebelum keberangkatan
✅ Paket umroh reguler, umroh plus (Turki, Dubai), dan tabungan umroh
✅ Hotel strategis dekat Masjidil Haram dan Masjid Nabawi
✅ Layanan konsultasi gratis tanpa tekanan
Semoga Allah SWT memudahkan langkah Anda menuju Baitullah dan menerima ibadah umroh Anda sebagai umroh yang mabrur. Āmīn yā Rabb al-'ālamīn.
Diskusi & Komentar
0 Komentar telah dibagikan
Tulis Komentar Anda
Belum Ada Diskusi
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan atau pertanyaan mengenai artikel ini.