Mengunjungi Masjid Nabawi bukan sekadar datang ke sebuah bangunan megah, melainkan mendatangi tempat peristirahatan terakhir manusia termulia, Rasulullah SAW. Ada rasa haru dan hormat yang membuncah saat kita melangkahkan kaki di area suci ini.
Namun, agar ziarah kita tidak sekadar kunjungan biasa dan tetap bernilai pahala, kita wajib mengikuti adab-adab yang telah dicontohkan para ulama sesuai tuntunan sunnah. Berikut adalah panduan adab berziarah ke makam Rasulullah SAW bersama Ajib Haramain.
1. Menyiapkan Niat dan Kesucian Diri
Sebelum melangkah ke Masjid Nabawi, pastikan hati Anda bersih dari rasa riya atau sekadar ingin berfoto.
Bersuci: Disunnahkan mandi, memakai pakaian terbaik (bersih), dan menggunakan wangi-wangian (khusus pria) sebelum menuju masjid.
Niat: Niatkan untuk beribadah di Masjid Nabawi sekaligus memberikan salam kepada Rasulullah SAW.
2. Masuk Masjid dengan Kaki Kanan
Saat memasuki pintu masjid (biasanya melalui pintu Babus Salam untuk berziarah), dahulukan kaki kanan dan bacalah doa masuk masjid:
"Allahummaftah lii abwaaba rahmatik" (Ya Allah, bukakanlah bagiku pintu-pintu rahmat-Mu).
3. Shalat Dua Rakaat (Tahiyatul Masjid)
Sebelum menuju makam, disunnahkan melakukan shalat dua rakaat. Jika Anda mendapatkan izin melalui aplikasi Nusuk untuk masuk ke area Raudhah, maka shalatlah di sana karena Raudhah adalah salah satu taman surga. Jika tidak, shalatlah di bagian mana pun di dalam masjid.
4. Mendatangi Makam dengan Tenang dan Sopan
Berjalanlah menuju makam Rasulullah SAW dengan penuh ketenangan (sakinah) dan wibawa. Jangan berteriak, jangan berdesakan dengan kasar, dan rendahkan suara Anda sebagaimana perintah Allah dalam Surat Al-Hujurat ayat 2.
5. Mengucapkan Salam kepada Rasulullah SAW
Saat berdiri tepat di depan makam (lubang pertama yang paling besar), ucapkanlah salam dengan suara lembut:
"Assalamu’alaika yaa Rasuulallaah wa rahmatullaahi wa barakaatuh." (Salam sejahtera bagimu wahai Rasulullah, serta rahmat Allah dan keberkahan-Nya).
Jika ada titipan salam dari kerabat di tanah air, Anda bisa menambahkannya dengan: "Assalamu’alaika yaa Rasuulallaah dari [Sebutkan Nama]..."
6. Salam kepada Abu Bakar Ash-Shiddiq & Umar bin Khattab
Geserlah sedikit ke kanan (lubang kedua) untuk memberi salam kepada Abu Bakar, lalu geser ke kanan lagi (lubang ketiga) untuk memberi salam kepada Umar bin Khattab RA.
Hal yang Harus Dihindari (Larangan Ziarah)
Untuk menjaga kemurnian tauhid, hindari hal-hal berikut:
Mengusap-usap Jeruji Makam: Keyakinan bahwa mengusap jeruji membawa berkah adalah perbuatan yang tidak ada tuntunannya.
Meminta Doa kepada Rasulullah: Mintalah langsung kepada Allah SWT. Rasulullah SAW adalah perantara syafaat, namun doa hanya ditujukan kepada Allah.
Menghadap Makam Saat Berdoa: Saat ingin berdoa secara panjang, disunnahkan untuk berbalik menghadap kiblat, bukan menghadap ke arah makam.
Berfoto Berlebihan: Menghambat arus jamaah lain dan bisa mengurangi kekhusyukan ibadah.
Ziarah ke makam Rasulullah SAW adalah momen untuk memperbarui kecintaan kita kepada beliau dan memperkuat komitmen kita untuk mengikuti sunnahnya. Pulanglah dari Madinah dengan hati yang lebih tenang dan semangat ibadah yang lebih membara.
Pengalaman Ziarah yang Terbimbing. Bersama Ajib Haramain, Anda tidak akan dibiarkan bingung. Mutawwif kami akan memandu rombongan secara perlahan, menjelaskan sejarahnya, dan memastikan Anda bisa mengucapkan salam dengan tenang sesuai adab syariat.
Diskusi & Komentar
0 Komentar telah dibagikan
Tulis Komentar Anda
Belum Ada Diskusi
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan atau pertanyaan mengenai artikel ini.