Lanjut ke konten utama
Lifestyle & Kuliner

7 Rekomendasi Kuliner Khas Arab Saudi yang Cocok dengan Lidah Indonesia

Administrator

Administrator

Tim Asatidz Ajib Haramain

3 menit baca
Ilustrasi 7 Rekomendasi Kuliner Khas Arab Saudi yang Cocok dengan Lidah Indonesia

Selain beribadah, salah satu pengalaman yang tak terlupakan saat umroh adalah mencicipi kekayaan kulinernya. Bagi sebagian jamaah Indonesia, terkadang ada rasa khawatir apakah bumbu masakan Timur Tengah akan cocok di lidah.

Kabar baiknya, banyak hidangan khas Arab Saudi yang memiliki profil rasa rempah yang kuat namun tetap "masuk" di selera kita yang terbiasa dengan masakan Nusantara. Berikut adalah 7 rekomendasi kuliner yang wajib Anda coba saat berada di Tanah Suci bersama Ajib Haramain.


1. Nasi Al-Kabsa

Bisa dibilang, inilah "Nasi Goreng"-nya Arab Saudi. Al-Kabsa adalah nasi basmati yang dimasak dengan rempah-rempah seperti cengkeh, kapulaga, kayu manis, dan lada hitam.

  • Rasa: Gurih dan beraroma kuat. Biasanya disajikan dengan potongan besar daging kambing atau ayam yang sangat empuk.

  • Kenapa cocok? Tekstur nasinya yang berbumbu mirip dengan nasi uduk atau nasi kuning di Indonesia.

2. Ayam Al-Baik

Belum lengkap ke Tanah Suci kalau belum mencoba Al-Baik. Ini adalah gerai fried chicken paling legendaris di Arab Saudi.

  • Keunikan: Ayamnya memiliki bumbu rahasia yang meresap hingga ke tulang dan disajikan dengan saus bawang putih (garlic sauce) yang ikonik.

  • Kenapa cocok? Siapa yang tidak suka ayam goreng? Rasanya yang crispy dan juicy sangat akrab di lidah kita.

3. Shawarma

Shawarma adalah street food favorit yang mudah ditemukan di sudut-sudut jalan Mekkah dan Madinah. Mirip dengan Kebab, namun dengan racikan bumbu yang lebih otentik.

  • Isi: Irisan daging ayam atau kambing yang dipanggang berputar, dibalut roti pita tipis dengan tambahan sayuran dan saus tahini.

  • Kenapa cocok? Praktis untuk camilan setelah shalat atau saat sedang berjalan-jalan.

4. Nasi Mandi

Berbeda dengan Kabsa, Nasi Mandi memiliki cara memasak yang unik di mana dagingnya digantung di dalam oven bawah tanah (tanur) sehingga lemaknya menetes ke nasi di bawahnya.

  • Rasa: Sedikit berasap (smoky) dan tidak terlalu tajam rempahnya dibandingkan Kabsa.

  • Kenapa cocok? Bagi Anda yang tidak terlalu suka bumbu rempah yang terlalu "nendang", Nasi Mandi adalah pilihan yang lebih lembut.

5. Mutabbaq

Mutabbaq adalah Martabak versi Arab. Bentuknya lebih tipis dan isiannya biasanya terdiri dari daging cincang, telur, daun bawang, dan tomat.

  • Rasa: Gurih dan renyah. Biasanya disajikan dengan potongan lemon dan cabai hijau kecil.

  • Kenapa cocok? Sangat mirip dengan martabak telur di Indonesia, hanya saja rotinya lebih tipis dan crunchy.

6. Sambousek

Jika kita punya Risol atau Pastel, Arab Saudi punya Sambousek. Pastry goreng berbentuk segitiga ini biasanya berisi daging, keju, atau sayuran.

  • Rasa: Sangat pas dijadikan teman minum teh atau kopi setelah kembali dari Masjid.

  • Kenapa cocok? Tekstur gorengannya sangat familiar sebagai camilan harian orang Indonesia.

7. Kunafa

Untuk penutup, Anda wajib mencoba Kunafa. Makanan manis ini terbuat dari adonan tipis mirip bihun yang dipanggang dengan keju di tengahnya, lalu disiram sirup gula manis.

  • Rasa: Perpaduan sempurna antara manis, gurihnya keju, dan tekstur yang crunchy.

  • Kenapa cocok? Bagi pecinta makanan manis, Kunafa adalah "primadona" yang sulit ditolak.


Penutup

Menjelajahi kuliner di Tanah Suci akan menambah warna dalam perjalanan spiritual Anda. Jangan ragu untuk mencoba rasa baru, karena setiap hidangan menyimpan cerita budaya yang kaya.

Nikmati perjalanan Umroh yang lengkap bersama Ajib Haramain. Kami tidak hanya memastikan ibadah Anda lancar, tapi juga memberikan rekomendasi tempat makan terbaik di sekitar hotel agar pengalaman Anda di Tanah Suci semakin berkesan.

Cek Paket Umroh dengan Fasilitas Kuliner Terbaik di Sini

Tags:
Aksi:
Administrator

Administrator

Pembimbing Utama & Penulis

Alumni Universitas Al-Azhar Kairo, Mesir yang mendedikasikan ilmunya untuk membimbing jemaah Ajib Haramain. Aktif menulis kajian seputar fiqih umrah dan sejarah Islam.

Diskusi & Komentar

0 Komentar telah dibagikan

Tulis Komentar Anda

Komentar tamu akan dimoderasi terlebih dahulu.

Belum Ada Diskusi

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan atau pertanyaan mengenai artikel ini.

Baca Artikel Terkait

Ilustrasi Panduan Membayar Dam (Denda) Umroh: Jenis Pelanggaran dan Cara Mengatasinya
Kategori: Fiqih & Syariat
• 3 Menit Baca

Panduan Membayar Dam (Denda) Umroh: Jenis Pelanggaran dan Cara Mengatasinya

Terlanjur melanggar larangan ihram? Simak panduan jenis denda (Dam) umroh, tata cara membayar, dan solusinya agar ibadah tetap sah bersama Ajib Haramain.

Baca Selengkapnya
Ilustrasi Review Provider Internet di Arab Saudi 2026: Mana yang Lebih Bagus antara STC, Zain, atau Mobily?
Kategori: Lifestyle & Kuliner
• 3 Menit Baca

Review Provider Internet di Arab Saudi 2026: Mana yang Lebih Bagus antara STC, Zain, atau Mobily?

Bingung pilih kartu perdana di Saudi? Simak review perbandingan STC, Zain, dan Mobily tahun 2026. Cari tahu mana yang sinyalnya paling kencang di Mekkah & Madinah!

Baca Selengkapnya
Ilustrasi Perbedaan Rukun dan Wajib Umroh: Mana yang Jika Ditinggalkan Membatalkan Ibadah?
Kategori: Fiqih & Syariat
• 2 Menit Baca

Perbedaan Rukun dan Wajib Umroh: Mana yang Jika Ditinggalkan Membatalkan Ibadah?

Pahami perbedaan rukun dan wajib umroh. Jangan sampai ibadah tidak sah karena melewatkan hal fundamental. Simak panduannya di sini.

Baca Selengkapnya
Tanya Jadwal Umrah?